01. Mengenal Fisika

12 09 2008

Pendahuluan

Jika kita sedang bekerja di suatu ruangan, kemudian tiba-tiba lampu di ruangan tersebut mati, maka biasanya secara spontan kita bertanya, ‘ada apakah ini?’ Berdasarkan pengalaman yang sudah kita punyai sebelumnya, kita akan memikirkan beberapa kemungkinan penyebab matinya lampu tersebut. Mungkin lampu tersebut mati karena ada pemadaman aliran listrik, maka kemudian kita akan memeriksa lampu di ruangan lain atau di rumah tetangga apakah juga mati atau tidak. Kalau ternyata lampu di ruangan lain tidak mati, bahwa mungkinl bola lampunya sudah rusak, sehingga akan mencoba memeriksa apakah bola lampu yang digunakan itu masih baik atau tidak, atau mungkin ada sambungan kabel yang rusak, maka kita akan memeriksa sambungan-sambungan kabel yang digunakan. Ketika kita berfikir dan berbuat seperti itu, sebetulnya kita sedang memeriksa relasi sebab-akibat. Cara berfikir seperti itu disebut cara berfikir rasional, dan cara berfikir rasional ini merupakan dasar dari pengembangan berbagai cabang ilmu pengetahuan termasuk fisika di dalamnya.

Mempelajari fisika berarti mempelajari alam semesta ciptaan Allah Yang Maha Besar. Manusia sebagai ciptaan Allah dengan fasilitas akal yang dipunyainya sebetulnya ditantang untuk selalu mempelajari alam semesta ini, karena dengan mempelajari alam semesta ini manusia bisa lebih mengenal kebesaran Allah dan dengan pengetahuan tentang alam semesta yang dikuasainya manusia bisa menjalankan amanah yang diberikan Allah kepadanya dengan baik yaitu sebagai khalifah di muka bumi.

Al Qur’an 3:190-191: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka

Al Qur’an 67:3-4: (Dialah Allah) yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adalah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah

Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan karateristik:

– Derajat keteraturan tinggi

– Derajat kesimetrian tinggi

– Mengikuti aturan secara tetap (konsisten)

Dengan karakteristik inilah dimudahkan bagi manusia untuk mempelajari fisika, sehingga dapat merumuskan keteraturan dan kekonsistenan peristiwa-peristiwa alam yang seringkali terlihat sangat kompleks


Aksi

Information

One response

30 09 2008
zis

Subhanallah, semua yag ada di sekitar dan dihadapan kita semuanya untuk di pelajari dan diambil hikmahnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: