Domain Sendiri

24 09 2008

Blogfisika.wordpress kini sudah punya tempat hosting dan domain sendiri, Lebih lengkap isiya. Berikan komentar dan masukannya terima kasih.

www.fisikaonline.com

www.fisikaonline.co.cc






Satuan Internasional

16 09 2008

Dengan adanya satuan yang beraneka ragam dalam melakukan pengukuran, dibutuhkan satuan standar yang mempunyai syarat selalu sama dimana pun dan kapanpun digunakan. Satuan tersebut juga tidak mengalami perubahan oleh pengaruh apapun dan harus mudah ditiru oleh siapa saja yang menggunakannya. Berdasarkan syarat tersebut, para ahli menetapkan suatu sistem satuan yang berlaku menyeluruh, yaitu dengan mendefinisikan sistem satuan baku. Sistem satuan ini dikenal dengan nama sistem Satuan Internasional, disingkat sistem SI dan dikenal dengan nama sistem metrik. Sistem SI ini dibagi dua, yaitu sistem MKS dan cgs. Perhatikan Table 1.2

Sistem Metrik

Panjang

massa

Waktu

MKS

meter (m)

kilogram (kg)

sekon (s)

cgs

centimeter (cm)

gram (gr)

sekon (s)





Satuan Baku dan Tidak Baku

16 09 2008

Di dalam mengukur, seringkali kita terpengaruh dengan satuan yang sudah ada di tengah kita. Seperti contoh di atas, mengukur panjang meja dengan jengkal, volume air dengan ember, gayung dan lainnya. Satuan-satuan tersebut di sebut satuan tidak baku karena hanya berlaku setempat dan hasil pengukurannya tidak selalu sama.

Oleh karena itu, untuk menghindari perbedaan hasil pengukuran, maka dibuatlah alat ukur dengan satuan yang baku atau standar. Berikut contoh dari pengukuran dengan alat ukur baku:

* mengukur meja dengan mistar

* mengukur suhu badan dengan termometer

* menimbang berat badan dengan timbangan

Pengukuran di atas adalah pengukuran dengan menggunakan alat ukur baku sehingga satuannya juga baku. Satuan baku adalah satuan bila digunakan untuk mengukur hasil pengukurannya selalu tetap untuk semua orang.





Besaran Pokok dan Besaran Turunan

16 09 2008

Besaran terdiri dari besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefiniskan tersendiri, telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Satu besaran pokok dengan besaran pokok lainnya tidak memiliki hubungan, akan tetapi berdiri sendiri.

Besaran pokok dalam fisika ada 7 macam:

No.

Nama Besaran

Simbol Besaran

1.

Panjang

L

2.

Massa

M

3.

Waktu

T

4.

Suhu

T

5.

Kuat Arus

I

6.

Intensitas Cahaya

I

7.

Jumlah Zat

N

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Contoh: Luas (L) = panjang x lebar, panjang dan lebar merupakan besaran pokok panjang; kecepatan (v) = jarak dibagi waktu, jarak merupakan besaran pokok panjang, waktu besaran pokok waktu.





Besaran dan Pengukuran

12 09 2008

Manusia diciptakan Allah dengan perlengkapan panca indra dan akal fikiran yang berfungsi untuk melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Panca indra seperti mata berfungsi untuk melihat dan mengamati alam ciptaan-Nya. Allah menganjurkan kepada kita untuk memperhatikan isi alam semesta (QS. 88: 17-20 ) dan mempelajarinya. Untuk mengetahui lebih jauh keadaan benda-benda di alam semesta, tentu tidak sekedar mengamati akan tetapi harus dilakukan pengukuran. Kegiatan pengamatan dan pengukuran tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Misal mengukur baju ketika akan membuatnya, mengukur tanah dan kayu ketika akan membangun rumah, menimbang beras, buah, gula dan sebagainya oleh pedagang dan masih banyak lagi lainnya.

Benda-benda di sekitar kita seperti meja, papan tulis, ruang kelas, bumi, bulan, matahari dan sebagainya juga mempunyai ukuran. Allah menciptakan sesuatu /mahluk dengan ukuran.

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran”. {QS. 54: 49).

Apabila kita ingin mengetahui ukuran dan benda-benda ciptaan Allah, maka pengukuranlah yang harus dilakukan. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan.

Dengan menggunakan suatu alat ukur kita dapat menentukan besar atau nilai dari benda atau sesuatu yang ingin kita ukur. Sebagai contoh, kita mengukur meja yang ada di ruang kelas dengan menggunakan tangan maka kita akan mendapatkan panjang meja, ada yang mendapatkan hasil 7 jengkal, 6 jengkal dan lain sebagainya. Coba kamu ukur panjang meja yang ada dihadapanmu. Berapa jengkal panjang meja yang kamu dapatkan? ….. Jengkal.

Tentunya, hasil yang diperoleh akan berbeda, bukan? Mengapa demikian? Contoh lainnya, bila kita ingin mengukur tingkat panas suatu benda, masih banyak dari kita yang meggunakan telapak tangan. Tentunya, hasil yang diperoleh akan berbeda, bukan?

Dari uraian dan contoh di atas dapat diketahui secara jelas bahwa jika akan mengukur benda, kamu harus memiliki ukuran pembanding. Misalnya, untuk mengukur panjang benda dapat digunakan satuan jengkal, tangan dan lainnya. Akan tetapi, satuan-satuan tersebut tidak dapat dijadikan patokan karena ukuran bagian tubuh seseorang tidaklah sama. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu satuan yang dapat digunakan oleh semua orang di belahan bumi manapun.

Ambillah dua buah lidi yang panjangnya berbeda. Ukurlah panjang satu jendela kelasmu! Hasilnya: ……lidi panjang atau ….. ……….. …lidi pendek. Ketika kalian mengukur, berarti kalian membandingkan panjang jendela dengan panjang kedua lidi. Lidi yang dipergunakan disebut alat ukur panjang dan lidi juga sebagai satuan.

Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka /nilai dan satuan disebut besaran. Panjang suatu benda, luas suatu bidang, volume ruangan, massa benda, lama (waktu) suatu kegiatan berlangsung dan lain-lain dapat dinyatakan dengan angka-angka. Oleh sebab itu panjang, luas, volume, dan waktu termasuk besaran fisika. Adapun yang tidak memiliki patokan angka yang jelas karena bergantung pada penilaian pengamata merupakan besaran yang bukan termasuk besaran fisika. Contoh: pintar, cerdas, baik, malas dan lainnya.

Satuan adalah sesuatu pembanding dalam pengukuran. Contohnya, kalian mengukur panjang pensil, di dapat 20 cm. panjang kelas, 7 meter. Cm dan meter adalah salah satu contoh dari satuan.

Dari penjelasan tersebut, dapat diperoleh kesimpulan bahwa mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuan atau dengan kata lain cara untuk mengetahui besarnya suatu yang dapat diukur dengan menggunakan satuannya.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.